Mengenal Anggaran pada Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit
Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang di nyatakan dalam rupiah dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang misalnya per tahun.
Anggaran harus dibuat sederhana dan mudah di mengerti, berisi informasi yang penting, standart atau norma dan asumsi - asumsi yang di gunakan dengan angka - angka yang realistis.
Penyusunan anggaran dimulai dari penyampaian visi dan misi perusahaan oleh pemimpin perusahaan, penentuan standart atau norma dan asumsi - asumsi oleh bagian terkait dan penyusunan rencana sesuai dengan visi misi oleh setiap unsur yang mewakili.
Anggaran di perkebunan kelapa sawit terdiri dari berbagai macam kegiatan yang tersusun secara sistematik, teratur, dan terperinci. Anggaran perkebunan kelapa sawit dibagi menjadi 4 yaitu
Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran produksi antara lain tahun tanam (menyangkut umur dan komposisi tanaman), jenis bahan tanaman, luas areal yang dipanen, jumlah pokok dalam satu ha (populasi pokok), jenis tanah pemupukan, pemeliharaan tanaman, pencapaian produksi tahun - tahun sebelumnya, pola panen (panen rendah/trek, sedang, dan panen puncak), dan tren produksi.
Sesuai dengan jenis kegiatannya dibagi menjadi 5 :
a) Anggaran Pembibitan : awal kegiatan lapangan yang harus dimulai setahun sebelum penanaman di lapangan.
b) Anggaran Tanaman Baru : persiapan lahan, pembuatan prasarana, pembuatan terasan dan tapak kuda, perawatan lahan, penanaman kacangan, penanaman kelapa sawit, dan pembuatan prasarana.
c) Anggaran Pemeliharaan TBM : tanaman belum menghasilkan adalah masa sebelum panen (dari saat tanaman sampai panen pertama) berlangsung 30-36 bulan.
d) Anggaran Pemeliharaan TM : kegiatan nya merumput, melalang, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, penunasan, penyisipan dan konsolidasi, pemeliharaan teresan dan tapak kuda, dan pemeliharaan prasarana.
e) Anggaran Panen : kegiatannya memotong tandan matang, mengumpulkan, mengawasi pelaksanaan pemotongan, menghitung jumlah TBS yang dipotong, mengangkut TBS yang dipotong ke PKS.
Merupakan anggaran yang merencanakan secara terperinci tentang biaya tidak langsung selama periode yang akan datang yang di dalamnya meliputi rencana tentang biaya tak langsung, jumlah biaya tak langsung tersebut dibebankan. Biaya tak langsung ini juga disebut dengan general charge.
Merupakan perolehan sumber daya/aktiva tetap yang akan memberikan peningkatan pada nilai produksi selama lebih dari satu tahun.
Unsur - unsur biaya pada perusahaan perkebunan Kelapa Sawit adalah upah tenaga kerja, bahan dan alokasi dari penggunaan kendaraan/ alat-alat berat. Anggaran tahunan dapat dipecah menjadi anggaran bulanan. Tujuannya adalah jika terjadi penyimpangan - penyimpangan segera diketahui, dianalasis, dan dievaluasi sehingga tidak terlanjur berlarut - larut dalam waktu lama.
Apabila ada penyimpangan yang bersifat positif, maka kebijaksanaan tindak lanjutnya diarahkan agar yang positif tersebut akan terulang kembali pada periode - periode berikutnya dan manajemen dapat memberikan penghargaan kepada masing - masing bagian yang hasil kerjanya memuaskan. Sebaliknya, jika ada penyimpangan yang bersifat negatif maka kebijaksanaan tindak lanjutnya diarahkan agar yang negatif itu tidak akan terulang kembali pada periode selanjutnya. Penyimpangan yang melebihi batas toleransi yang telah ditentukan harus dapat dipertanggungjawab kan oleh pelaksana.
Sumber : Buku Cara Cerdas Mengelola Perkebunan Kelapa Sawit oleh Maruli Pardamean, Qid, CRMP.
Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang di nyatakan dalam rupiah dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang misalnya per tahun.
Anggaran harus dibuat sederhana dan mudah di mengerti, berisi informasi yang penting, standart atau norma dan asumsi - asumsi yang di gunakan dengan angka - angka yang realistis.
Penyusunan anggaran dimulai dari penyampaian visi dan misi perusahaan oleh pemimpin perusahaan, penentuan standart atau norma dan asumsi - asumsi oleh bagian terkait dan penyusunan rencana sesuai dengan visi misi oleh setiap unsur yang mewakili.
Anggaran di perkebunan kelapa sawit terdiri dari berbagai macam kegiatan yang tersusun secara sistematik, teratur, dan terperinci. Anggaran perkebunan kelapa sawit dibagi menjadi 4 yaitu
- Anggaran Produksi TBS
Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran produksi antara lain tahun tanam (menyangkut umur dan komposisi tanaman), jenis bahan tanaman, luas areal yang dipanen, jumlah pokok dalam satu ha (populasi pokok), jenis tanah pemupukan, pemeliharaan tanaman, pencapaian produksi tahun - tahun sebelumnya, pola panen (panen rendah/trek, sedang, dan panen puncak), dan tren produksi.
- Anggaran Biaya Tanaman (Biaya Langsung)
Sesuai dengan jenis kegiatannya dibagi menjadi 5 :
a) Anggaran Pembibitan : awal kegiatan lapangan yang harus dimulai setahun sebelum penanaman di lapangan.
b) Anggaran Tanaman Baru : persiapan lahan, pembuatan prasarana, pembuatan terasan dan tapak kuda, perawatan lahan, penanaman kacangan, penanaman kelapa sawit, dan pembuatan prasarana.
c) Anggaran Pemeliharaan TBM : tanaman belum menghasilkan adalah masa sebelum panen (dari saat tanaman sampai panen pertama) berlangsung 30-36 bulan.
d) Anggaran Pemeliharaan TM : kegiatan nya merumput, melalang, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, penunasan, penyisipan dan konsolidasi, pemeliharaan teresan dan tapak kuda, dan pemeliharaan prasarana.
e) Anggaran Panen : kegiatannya memotong tandan matang, mengumpulkan, mengawasi pelaksanaan pemotongan, menghitung jumlah TBS yang dipotong, mengangkut TBS yang dipotong ke PKS.
- Anggaran Biaya Tak Langsung (BTL)
Merupakan anggaran yang merencanakan secara terperinci tentang biaya tidak langsung selama periode yang akan datang yang di dalamnya meliputi rencana tentang biaya tak langsung, jumlah biaya tak langsung tersebut dibebankan. Biaya tak langsung ini juga disebut dengan general charge.
- Anggaran Capital Expenditure (Capex)/ Investasi Non Tanaman
Merupakan perolehan sumber daya/aktiva tetap yang akan memberikan peningkatan pada nilai produksi selama lebih dari satu tahun.
Unsur - unsur biaya pada perusahaan perkebunan Kelapa Sawit adalah upah tenaga kerja, bahan dan alokasi dari penggunaan kendaraan/ alat-alat berat. Anggaran tahunan dapat dipecah menjadi anggaran bulanan. Tujuannya adalah jika terjadi penyimpangan - penyimpangan segera diketahui, dianalasis, dan dievaluasi sehingga tidak terlanjur berlarut - larut dalam waktu lama.
Apabila ada penyimpangan yang bersifat positif, maka kebijaksanaan tindak lanjutnya diarahkan agar yang positif tersebut akan terulang kembali pada periode - periode berikutnya dan manajemen dapat memberikan penghargaan kepada masing - masing bagian yang hasil kerjanya memuaskan. Sebaliknya, jika ada penyimpangan yang bersifat negatif maka kebijaksanaan tindak lanjutnya diarahkan agar yang negatif itu tidak akan terulang kembali pada periode selanjutnya. Penyimpangan yang melebihi batas toleransi yang telah ditentukan harus dapat dipertanggungjawab kan oleh pelaksana.
Sumber : Buku Cara Cerdas Mengelola Perkebunan Kelapa Sawit oleh Maruli Pardamean, Qid, CRMP.
Sangat bermanfaat, terimakasih kakak
BalasHapusGuud ๐
BalasHapusNice
BalasHapusArtikelnya sangat membantu ๐
BalasHapusSangat bermanfaat๐
BalasHapusNice article
BalasHapus๐
BalasHapusTerimakasih, sangat membantuu
BalasHapusNice
BalasHapusThanks ๐
BalasHapusSuwun lur
BalasHapusNice๐๐
BalasHapusNice
BalasHapus๐๐๐
BalasHapusSangat bermanfaat ๐๐
BalasHapusNice
BalasHapusSipp
BalasHapusMantap
BalasHapusGood
BalasHapusMaksih kakak sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusLanjutkan๐
BalasHapusSilp
BalasHapusSiip
BalasHapusTerimakasih,bermanfaat
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKeren
BalasHapusBagussss
BalasHapusTerbaikk penjelasannya
BalasHapus