BAURAN PEMASARAN

BAURAN PEMASARAN

Bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktis, yang terkendali (produk, harga, tempat dan promosi) yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkannya di pasar sasaran. Konsep bauran pemasaran terdiri dari 7P, yakni Produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion), orang (people), bukti fisik (physical Evidence), proses (Process).

Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran

Penentuan lokasi yang tepat menjadi sangat penting, apaagi bagi lembaga perbakan. Dalam persaingan yang ketat penentuan lokasi mempunyai pengaruh cukup signifikan dalam aktivitas menghimpun dana dari masyarakat serta menyalurkan pembiayaan kembali kepada masyarakat. Karena dengan lokasi yang tepat, masyarakat akan mengetahaui keberadaan lembaga perbankan tersebut, sehingga lokasi juga salah satu peranan penting dalam strategi pemasaran.



Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam bekerja. Jika tempat kerja aman dan sehat, setiap orang dapat melanjutkan pekerjaan mereka dengan efektif dan efisien. Sebaliknya, jika tempat kerja tidak terorganisir dengan baik dan terdapat banyak bahaya, kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) pun tidak terhindarkan. Pada akhirnya akan menimbulkan korban jiwa, kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha, mengganggu proses produksi, dan merusak lingkungan.

Saluran distribusi adalah bagaimana perusahaan dalam hal ini produsen dari produk atau jasa yang dihasilkan, menyampaikan produk tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan, keingginan dan permintaan konsumen untuk dapat dikonsumsi dan digunakan. Saluran distribusi mempunyai peranan yang besar dalam meningkatkan penjualan, karena penjualan dalam jumlah yang besar akan meningkatkan volume penjualan yang menjadi dasar perhitungan laba yang diterima oleh perusahaan. Menurut William J. Santos dalam bukun an (1999: 104-106).

Type atau bentuk saluran distribusi :

  1. Saluran level nol (disebut juga saluran pemasaran-langsung) terdiri dari perusahaan yang langsung menjual kepada pelanggan akhir
  2. Saluran satu-level berisi satu perantara penjual, seperti pengecer atau dengan menggunakan distributor
  3. Saluran dua-level berisi dua perantara, misalnya pengecer dan pedagang besar, atau perusahaan yang menggunakan perwakilan untuk perusahaannya
  4. Saluran tiga-level berisi tiga perantara, misalnya pemborong, pedagang besar dan pengecer atau perusahaan yang menggunakan cabang perwakilan dan distributor.

Konflik saluran distribusi dapat terjadi tanpa memandang seberapa baiknya tujuan dan manajemen saluran distribusi suatu bisnis. Selama masih adanya kepentingan-kepentingan bisnis dari masing-masing komponen dalam saluran distribusi tersebut, maka konflik akan selalu terjadi. Konflik dapat dianggap terjadi bila anggota saluran distribusi merasa bahwa tindakan pihak lain merintangi atau merugikan kinerja mereka dalam mencapai tujuan. Hal ini dapat mempengaruhi proses penyampaian barang kepada konsumen. Sumber konflik ada dua yaitu konflik saluran horizontal dab vertikal. Konflik saluran horizontal dapat terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika salah satu pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau menggunakan iklan untuk menyerang wilayah penjualan mereka. Konflik vertikal terjadi antara pengecer dan pemasok mereka ketika kedua pihak merasa didominasi oleh yang lain. Konflik dapat timbul ketika pabrikan membuat saluran baru. Dampak yang terjadi adalah Manajemen perlu menyadari bahwa konflik saluran tidak hanya dapat merusak sebagian sistem distribusi perusahaan tetapi juga terhadap sistem distribusi secara keseluruhan. Secara spesifik, konflik saluran dapat membahayakan distribusi penawaran perusahaan yang efektif dan efisien kepada pelanggan saat ini. Misalnya, pelanggan dapat bingung tentang apa yang diharapkan dalam hal pedoman pra-penjualan atau dukungan purna jual dari distributor yang berbeda dari produk perusahaan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemasaran Produk dan Jasa